Ditulis oleh Nathanael di/pada Februari 6, 2009

Ada sebuah cerita. Suatu ketika, Pak Tua merasa bahwa hari itu adalah hari terakhir hidupnya. Sebagai seorang yang senantiasa belajar tentang Allah, Pak Tua ingin hari terakhir itu memberinya lagi satu pelajaran tentang Allah. Ia mengundang kerabat-kerabat dan tetangganya, memberinya satu permintaan, ”Tunjukkan pada saya tanda kebesaran Allah yang paling mengagumkan.”
Kerabatnya tidak asing lagi dengan permintaan-permintaan aneh Pak Tua. Bergegas mereka mencari orang-orang yang kiranya dapat memenuhi permintaan itu. Di penghujung hari, berkumpulah orang-orang bijak tingkat kampung lengkap dengan aksesoris dan dandanan kebesaran masing-masing. Mereka sudah menyiapkan jawaban yang pasti akan mencengangkan Pak Tua.
Orang pertama, seorang ilmuwan biologi. Di hadapan Pak Tua, ia menjelaskan berbagai macam hal mengagumkan tentang tubuh manusia. Bagaimana metabolisme dapat berjalan, bagaimana organ saling mendukung satu sama lain, dan berbagai hal lain yang (menurut ilmuwan tersebut) tidak mungkin dapat diciptakan oleh manusia. Seperti sudah diduga, Pak Tua tercengang. Ia tidak pernah sekolah, hanya belajar dari alam dan orang-orang tua sebelumnya, hal-hal demikian tidak pernah ia tahu.
Selanjutnya, seorang ahli astronomi. Ia mengajak Pak Tua keluar ruangan, dan menunjukan kepadanya bintang-bintang di langit. Karena desa Pak Tua belum masuk listrik, gugusan-gugusan bintang itu jelas sekali. Si pakar astronomi menjelaskan bagaimana bumi bahkan tidak lebih besar dari debu di lautan semesta. Jutaan tata surya di dalam Bima Sakti, dan miliaran Bima Sakti di semesta. Semua penjelasan itu berujung pada, ”Bayangkan Pak Tua, betapa besar Allah yang menciptakan semua itu.” Pak Tua sangat terkesima, selama ini ia tidak pernah tahu ada bintang di balik bintang.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Tentang Tuhan dan Spiritualitas | 6 Komentar »
Ditulis oleh Nathanael di/pada Mei 6, 2008
Bila Anda, seperti saya, tertarik mengetahui seberapa jauh individu akan bertindak mengikuti arahan otoritas atau figur berpengaruh, eksperimen Stanley Milgram adalah jawabnya. Tahun 1960an, Milgram melakukan penelitian untuk menguji hal tersebut. Dalam eksperimen, ia menempatkan subyek sebagai pengajar (teacher), dengan tugas membantu partisipan lain (yang sebenarnya adalah asisten peneliti) untuk mengingat suatu daftar pasangan kata.
Selesai membantu proses belajar, subyek menguji seberapa jauh pembelajar mengingat pasangan kata yang diberikan. Kedua partisipan ditempatkan dalam ruang terpisah, pembelajar kemudian mengucapkan ulang pasangan kata yang telah diingatnya. Setiap terjadi kesalahan, Milgram menginstruksikan subyek ‘menghukum’ pembelajar dengan memberikan kejutan listrik. Aliran listrik yang dialirkan bervariasi, mulai dari 15 hingga 450 Volts. Setiap kesalahan meningkatkan besar tegangan.
Sepanjang eksperimen, setiap kali voltase listrik semakin tinggi, pembelajar di ruang sebelah mengerang kesakitan. Pada tegangan tertentu, pembelajar bahkan memohon agar eksperimen dihentikan. Bila subyek ragu dan berpikir untuk menghentikan eksperimen, kepala peneliti, yang berada satu ruang dengan subyek, hanya mengatakan, ”there is no choice, you must continue”.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Tentang Tuhan dan Spiritualitas | 2 Komentar »
Ditulis oleh Nathanael di/pada Desember 10, 2007
siapakah kita
siapakah manusia
darimanakah kita datang
siapakah allah
siapakah yang maha kuasa
dimanakah ia sekarang
mungkinkah kita adalah allah
allah-allah yang kehilangan keallahannya
allah-allah tersesat yang lupa jalan pulang
mengapakah kita disini
mungkinkah kita dulu adalah malaikat-malaikat
turun ke bumi dan menjadi manusia
seperti diceritakan dalam banyak film-film
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Tentang Tuhan dan Spiritualitas | 10 Komentar »
Ditulis oleh Nathanael di/pada Oktober 24, 2007
How could you preach about peace
Saying, “No peace without justice”
For no real peace come from justice
It did, does, and will only come from love
How could you preach about God
Saying, “God is the greatest”
and at the same time say something about “enemy of God”
For The Greatest might not think about enminity
How could you preach about forgiveness
and at the same time say, “Let God be the judge”
For forgiveness is an end and need judgement not
How could you preach God is both just and love
For justice and love might not stand together
Love is much greater than justice
Where there is love, justice is needed not
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Tentang Tuhan dan Spiritualitas | 4 Komentar »
Ditulis oleh Nathanael di/pada September 21, 2007
Mencari Tuhan itu sama seperti memancing. Banyak orang memancing di kolam kecil yang sama, berdesak-desakan dan berharap menemukan ikan besar.
Beberapa yang lain memberanikan diri pergi ke laut dan memancing di sana. Orang-orang yang memancing di kolam selalu menertawakan mereka yang pergi ke laut, sebab mereka tidak pernah melihat laut dan tidak tahu apa yang ada di dalamnya. Mereka yang memancing di kolam tidak pernah tahu betapa banyak dan besar ikan yang ada di laut.
Ketika mereka yang memancing di laut kembali dan bercerita kepada mereka yang memancing di kolam, yang mereka dapat selalu tertawaan. Sebab yang memancing di kolam selalu lebih banyak dari yang memancing di laut, dan mereka selalu puas hanya dengan ikan kecil. Banyak sekali orang yang memancing di kolam. Tidak sedikit di antara mereka adalah para pemancing ulung, sayangnya mereka tidak memiliki cukup keberanian untuk pergi ke laut dan mencoba memancing di sana.
Pemancing kolam punya banyak buku tentang jenis-jenis ikan. Buku itu diwariskan dari generasi ke generasi pemancing kolam, dan menjadi panduan untuk menentukan mana ikan mana bukan. Sayangnya, buku itu hanya berisi jenis-jenis ikan kolam. Tak seorangpun pemancing kolam berani untuk menambahkan jenis ikan yang lain.
Memancing di kolam selalu nyaman. Tidak panas, lebih banyak teman, petunjuk jenis ikannya jelas, dan ahli pancingnya pun jelas. Itulah sebabnya banyak orang suka memancing di kolam.
(Nathanael Gratias Sumaktoyo)
Ditulis dalam Tentang Tuhan dan Spiritualitas | 24 Komentar »
Ditulis oleh Nathanael di/pada September 11, 2007

Ini bukan tulisan baru, sebenarnya hanya diambil dari comment yang dipost di “Neraka itu Mitos”. Menurut saya, comment yang ditinggalkan ini menarik, dan karena saya juga me-reply dengan panjang, nggak ada salahnya dijadikan tulisan terpisah.
adfu Berkata:
September 10th, 2007 pada 3:30 pm
saudara nathan, saya sangat menghargai pendapat anda karena setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda dan sering sekali sangat bertentangan dengan orang lain. tetapi anda hanya sebatas titik di antara jagad raya ini. Janganlah memutuskan secepat yang anda inginkan karena anda tidaklah abadi di dunia ini, anda suatu saat akan mati dan tidak akan ada yang akan menolong anda.
apakah anda beranggapan surga dan neraka itu tidak ada?
jadi anda itu beragama apa? apakah anda seorang atheis?
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Tentang Tuhan dan Spiritualitas | 27 Komentar »
Ditulis oleh Nathanael di/pada September 3, 2007
Aku : “Aku mau mati…..hidup ini terlalu berat”
Aku : ”Pengecut!! Mati itu mudah, melawan hidup itu yang berat. Enak sekali kau lari dari tugasmu.”
Aku : ”Tahu apa kamu? Tahu apa tentang tugas? Aku yang menghadapi hidup, kamu? Apa yang kamu lakukan hah? Berceramah, mengkritik, menasihati.”
Aku : ”Kamu sendiri yang memilih tugas ini, bukan aku. Belum sebulan, dan kamu sudah akan mengingkari arti hidupmu?”
Aku : ”Aku tidak mengingkarinya. Aku hanya menginginkan beberapa penyesuaian.”
Aku : ”Penyesuaian atau kesenangan? Kamu tidak bisa membohongiku. Aku ini kamu”
Aku : ”Terserah kamu menyebutnya. Tapi hidup tidak bisa terus begini. Aku tidak mengingkari untuk apa aku datang, tapi aku juga tidak ingin mengingkari yang datang kepadaku”
Aku : ”Ya, terima saja semua yang datang kepadamu. Terima saja semua. Setelah itu, mintalah dijemput karena kamu pasti kehilangan jalanmu.”
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Tentang Cinta dan Persahabatan, Tentang Tuhan dan Spiritualitas | 17 Komentar »
Ditulis oleh Nathanael di/pada Agustus 21, 2007
Dalam rubrik Konsultasi Iman majalah HIDUP tanggal 12 Agustus 2007, disebut tentang ’iman gado-gado’. Pertanyaan yang diajukan pembaca sebenarnya terkait reinkarnasi. Bagaimana (ternyata) reinkarnasi menjawab lebih banyak pertanyaan ketimbang ajaran iman. Karena Gereja Katholik menolak konsep reinkarnasi, maka umat diminta untuk mengikuti ajaran resmi gereja tanpa mencampur-adukkan bermacam ajaran, yang dinyatakan dengan istilah ‘iman gado-gado’ tersebut.
Saya tidak hendak menyoroti reinkarnasi, atau bagaimana ajaran gereja Katholik terkait kelahiran kembali. Saya justru tertarik melihat gado-gado yang ada dalam rubrik tersebut.
Terus-terang, saya tidak mengerti apa yang salah dengan iman gado-gado. Apabila yang dimaksud dengan iman gado-gado adalah mencari pemahaman baik melalui ajaran resmi atau tidak resmi, saya pikir kita semua pernah melakukan itu. Analogi sederhana, berapa banyak dari kita yang hapal mati semua kanon Gereja Katholik? Taruhlah kita belum tahu ajaran gereja tentang suatu hal, secara otomatis kita akan mengandalkan nalar, yang notabene didapat dari sumber hukum lain seperti norma, nilai, atau konvensi masyarakat. Dalam hal ini kita telah menggado-gado pemahaman yang didapat dari keber-agama-an dengan pemahaman yang kita dapat sebagai manusia yang bermasyarakat. Sepertinya kita akan seperti robot bila sedikit-sedikit harus melihat ’apa hukumnya’.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Tentang Tuhan dan Spiritualitas | 3 Komentar »
Ditulis oleh Nathanael di/pada Agustus 15, 2007
Dalam sebuah diskusi di milis GodBlessTN, seorang rekan menulis kalimat panjang menarik ini:
Provided ini kita percaya hanya ada satu TUhan (monotheism), jadi tidak mungkin 2 hal yang bertentangan keduanya benar. Either salah satu benar atau dua duanya salah. Jadi tidak mungkin satu Tuhan mengajarkan 2 hal yang bertentangan. Either yang satu dari Tuhan dan yang satunya bukan, atau dua dua nya bukan dari Tuhan.
Kecuali kalo kita percaya polytheism (banyak Tuhan). Ini mungkin ada 2 hal yang bertangan dua dua nya benar, atau emang simply ada 2 Tuhan yang benar yang keduanya saling bertentangan.
Dan apakah monotheism atau polytheism itu juga balek lagi pilihan kita untuk percaya yang mana. Dan pertanyaan paling ujung dari semua itu adalah apakah TUhan ada atau tidak ada.
Jadi menurutku flow chartnya mungkin kayak gini:
TUhan ada atau tidak ?
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Tentang Tuhan dan Spiritualitas | 4 Komentar »
Ditulis oleh Nathanael di/pada Agustus 4, 2007
One book is never enough to describe The Mighty One.
If there is one, then The Mighty is mighty no more.
If there is one, then that’s not My God.
For My God can’t be described, but felt, learned.
All we need is: an honest good will
Faith is a beautiful grace, for we can learn easier
and saved by what we know
Then somehow,
Thee will take care the rest
(Nathanael Gratias Sumaktoyo)
Ditulis dalam Tentang Tuhan dan Spiritualitas | 5 Komentar »