Singing the Forgotten Song..

To love a person is to learn the song that’s in their heart, and sing it when they’ve forgotten

  • Nathanaelmu’s Tweets

    • Totus tuus ego sum 4 days ago
    • everything has a meaning, everything has a purpose 4 days ago
    • I dream of Eid ul-Fitr that doesn't belong to Muslims and Christmas to Christians...I'm waiting for holy days everyone can take joys in 5 days ago
    • "If silence keeps you, I'll break it for you..If darkness blinds you, I'll shine to guide you..I hear you..Don't give up, you're loved" --JG 5 days ago
    • the greatest gift of love is the ability to let the loved ones ignoring our love, yet still loving them the same amount 5 days ago
    • you can always leave an empty seat next to you; but you can't force anyone to sit and relax on it, no matter how you really care about them 5 days ago
    • thank you for all, the moments were awesome but I know they're no longer exist...I'll take the steps now, I'll stand on my own..thank you :) 5 days ago
    • "There are unforgettable moments, that better be forgotten" (inspired by the movie "Pink Panther 2") 6 days ago
    • You'd better slow down..Don't dance so fast..Time's short..The music won't last..Life's not a race..Hear the music before the song is over 1 week ago
    • There comes a point in your life when you realize who really matters, who never did, and who always will. 1 week ago
  • Quotation

    “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah...” (Pramoedya Ananta Toer)
  • Quotation

    Wherever bibliolatry has prevailed, bigotry and cruelty have accompanied it. (T.H. Huxley)
  • Quotation

    The weak can never forgive. Forgiveness is the attribute of the strong. (Mahatma Gandhi)
  • Quotation

    They do not love that do not show their love. The course of true love never did run smooth. Love is a familiar. Love is a devil. There is no evil angel but Love. (William Shakespeare)
  • Quotation

    If you have love, you don't need to have anything else. If you don't have it, it doesn't matter much what else you have. (Sir James M. Barrie)
  • Quotation

    You don't marry someone you can live with - you marry the person who you cannot live without. (Unknown)
  • Quotation

    Love never dies a natural death. It dies because we don't know how to replenish its source. It dies of blindness and errors and betrayals. It dies of illness and wounds; it dies of weariness, of withering, of tarnishing. (Anais Nin)

Lagi, Tentang Jilbab di Padang (Kali ini dari TEMPO)

Ditulis oleh Nathanael di/pada April 21, 2008

TEMPO, Edisi. 08/XXXVII/14 – 20 April 2008
Nasional
Kewajiban berjilbab

Jilbab, Wajib dan Menyesuaikan

Meski siswi nonmuslim tak diwajibkan, jilbab sebagai ”seragam sekolah” merata di seluruh Sumatera Barat. Kalau tak rapi, diancam dikeluarkan dari sekolah.

RITUAL harian Saskia, sebut saja begitu, dimulai pukul enam pagi. Dua puluh lima menit setelah bangun tidur, tubuh siswi kelas III sekolah menengah atas swasta di Padang itu sudah berbalut baju kurung dipadu kain batik merah muda. Dia pun berdandan di depan cermin yang terpasang di atas lemari tempat menyimpan baju dan kitab Injil.

Dengan terampil tangannya memasang jilbab, berupa selendang persegi empat warna pink, menutup kepalanya. Semenit kemudian, penampilannya berubah bagaikan santriwati pondok pesantren. Dari rumah kosnya ke sekolah, sekali ia berganti kendaraan umum. Dekat pukul tujuh pagi, gadis yang bulan depan menjalani ujian akhir nasional itu memasuki halaman sekolah.

Sekitar pukul 11.00, penganut agama Katolik itu pulang cepat karena hari Jumat. Begitu kakinya melangkah ke luar gerbang sekolah, Saskia sibuk melepas jilbab dan memasukkannya ke dalam tas. ”Panas sekali,” kata perempuan yang sudah berjilbab ke sekolah sejak 2005 itu.

Pernah suatu kali dia dan beberapa temannya ditegur guru dan diingatkan supaya melepas jilbab setelah sampai di rumah. Lain waktu, guru yang lain menegurnya karena tak rapi memakai jilbab sehingga menampakkan sebagian rambutnya. ”Kalau tidak bisa rapi mengenakan jilbab, tinggalkan saja sekolah ini,” kata Saskia menirukan peringatan keras sang guru.

Instruksi Wali Kota Padang, 7 Maret 2005, yang mewajibkan Saskia mengenakan jilbab. Dalam surat edaran ke sekolah-sekolah, Wali Kota mewajibkan siswa beragama Islam semua sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan yang sederajat di wilayahnya mengenakan pakaian muslim. Siswa nonmuslim dianjurkan menyesuaikan diri.

Sebetulnya, banyak siswa nonmuslim yang keberatan. Tapi, ketika Tempo menemui belasan siswi nonmuslim di kelas III sebuah sekolah menengah atas, mereka enggan diwawancarai. Mereka khawatir identitasnya terbuka. Seperti Saskia, mereka hanya ingin cepat-cepat menyelesaikan sekolah dan terlepas dari kewajiban berjilbab itu.

Sudarto, Direktur Pusat Studi Antar-Komunitas Beragama, lembaga swadaya masyarakat yang mengusung isu pluralisme di Padang, menyayangkan pemerintah kota yang mengatur masalah keagamaan secara simbolis. Menurut dia, tidak jadi masalah jika Wali Kota agamis secara pribadi. ”Tapi jangan sampai diangkat menjadi kebijakan publik,” katanya.

Dalam observasi langsung di beberapa sekolah di Padang bersama Lembaga Survei Indonesia, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat, serta Jurnal Perempuan, dua pekan lalu, Sudarto dan rekan-rekannya menemukan semua siswi nonmuslim di empat sekolah yang disambangi mengenakan jilbab saat bersekolah. ”Ketika saya tanya, mereka menjawab terpaksa mengikuti aturan sekolah,” ujarnya.

Sebetulnya, peraturan itu hanyalah instruksi wali kota kepada dinas pendidikan, dan bukan berbentuk peraturan daerah. ”Apakah instruksi itu sah untuk publik, itu yang sedang kami kaji,” kata Sudarto, yang juga anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Sumatera Barat.

Selama lima tahun terakhir, Pemerintah Kota Padang memang aktif mengeluarkan kebijakan yang terkait dengan ibadah Islam. Pada 2003, pemerintah kota menerbitkan peraturan daerah yang mewajibkan siswa pandai baca-tulis Al-Quran. Berdasarkan peraturan daerah itu, seorang tamatan sekolah dasar tak boleh diterima di sekolah menengah pertama jika tak fasih membaca kitab suci.

Wali Kota Padang Fauzi Bahar berusaha berkelit. Menurut dia, perintah yang dia keluarkan sejak tiga tahun silam itu hanya bersifat wajib bagi siswi sekolah dasar sampai sekolah menengah atas yang beragama Islam. Bagi kalangan nonmuslim, sifatnya hanya anjuran menyesuaikan diri, dengan mengenakan baju kurung bagi siswi dan baju koko untuk siswa.

Dia juga menyatakan tak pernah mendapat protes dari masyarakat. Bahkan kebijakan yang dikeluarkan dengan alasan mengurangi gigitan serangga penyebab penyakit serta penyeragaman ini ditanggapi positif oleh kalangan nonmuslim di kota dengan sekitar 900 ribu penduduk itu.

Karena sifatnya imbauan, menurut Fauzi, yang menjabat sejak 2004, tak ada sanksi bagi mereka yang tak menjalankan aturan ini. ”Tak ada paksaan dan tak pernah ada razia jilbab,” kata pemimpin kota yang 90 persen penduduknya beragama Islam itu. Fauzi malah menambahkan, jika ada sekolah yang terbukti memaksakan pemakaian jilbab terhadap siswa nonmuslim, ia akan menindak tegas. ”Sebutkan dan akan kami copot kepala sekolahnya,” ucapnya.

Kebijakan ini, kata Fauzi, pernah dibicarakan di sidang kabinet. Tapi, karena dianggap tak ada gejolak berarti dari masyarakat, tak pernah ada upaya mencabut atau mengkaji ulang. Bahkan, menurut sang Wali Kota, seluruh Provinsi Sumatera Barat telah menerapkan kebijakan ini karena dianggap membawa pengaruh positif.

DA Candraningrum, Febrianti (Padang)

10 Tanggapan ke “Lagi, Tentang Jilbab di Padang (Kali ini dari TEMPO)”

  1. deskam berkata

    kalo orang nasrani mendirikan atau berteriak tentang kristus mereka bilang kristenisasi, tapi mereka akhirnya lebih busuk dengan membuat islamisasi dengan dalih moral anak-anak jaman sekarang sedah buruk, jadi untuk memperbaikinya dengan pakaian, tapi bagaimana mental muda-mudinya baik, mental pemimpinnya saja suadah busik, dan yang buat aturan juga lebih busuk dari yang diberi aturan. negara ni terlalu banyak aturan yang gak penting…
    JANGAN MENULIS DIATAS AIR…

  2. ntok berkata

    ngomong2 soal moral kalo dengan memebiasakan diri berbusana yg rapi (jilbab) saja masih banyak yg moralnya rusak apalagi yg hanya mengenakan rok mini.yang dilakukan wali kota padang bukan mewajibkan non muslim (kristen) untuk berjiklbab namun hanya untuk siswi muslin sedangkan yang non muslim bisa menyesuaikan dlm artian berpakaian yang sopan.sdr deskam jangan pukul rata .tdk semua pemimpin busuk, demikan juga tiddak semua muslin busuk dan juga tiak semua KELOMPOK KRISTEN YANG MENGAGUNG AGUNGKAN KRISTUS BUSUK.mutiara akan tetap berkilau meskipun dalam kubangan.

  3. gusamana berkata

    wartawan tempo nya juga yang nga bijak menuangkan berita,.. malah senang mencari sensasi yang ke arah memecah belah muslim dan non muslim.

  4. Nathanael berkata

    Mas/Mbak? Gusamana,
    bila memang kenyataannya seperti itu, apa harus ditutup-tutupi? Memecah belah itu kalau menyebarkan berita bohong ataupun hal-hal lain yang tidak berdasar fakta. Kalau memberitakan kejadian nyata, menurut saya itu bukan memecah-belah. Sebaliknya, dengan pemberitaan seperti ini, kita bisa tahu banyak hal, dan (seharusnya) dapat belajar lebih bijak menyikapi perbedaan…

  5. Kejawen berkata

    karena kita lahir sudah dikotak-kotakan, ya jadinya seperti ini, si A beragama itu, si B beragama itu, aku yang paling benar, lainnya menjawab tidak akulah yang paling benar, bagi saya yang penting Bhineka Tunggal Ika walaupun kita berbeda agama atau aliran yang penting kita mencari Tuhan yang sama dengan jalan yang berbeda-beda

  6. Nathanael berkata

    @Kejawen:
    kayak anak kecil ya Mas, maunya menang sendiri ^^

  7. Deva berkata

    maaf mas nat aku kemarin pakai nama kejawen seperti ingin menutupi diriku sendiri padahal aku udah ingin jadi orang yang bebas dan netral dalam memandang suatu apun juga yah kita harus banyak melihat dan mendengar tetapi sedikit bicara dari pada sedikit melihat dan mendengar tetapi banyak bicara tapi ngawur hanya mau menang sendiri apa ndak malu kita nantinya

  8. BoxeR berkata

    Aku warga Padang dan sangat mendukung upaya meminimalisasi degradasi moral anak bangsa,dengan berjilbab setidaknya tindak pelecehan dapat dicegah (dalam kutip bro),Islam adalah damai, orang non muslim yg masuk ke mayoritas muslim di jamin 1000000000 % aman, coba orang moslim masuk ke komunitas kristen pasti dibantai.

  9. BoxeR berkata

    wartawan tempo nya juga yang nga bijak menuangkan berita,.. malah senang mencari sensasi yang ke arah memecah belah muslim dan non muslim.
    ===========

    wartawan geblek…kalo mau mempost kan berita mbok ya di liad dampaknya, ada unsur sara ngga. jangan memancing di air yang keruh, maap aku terpancing emosi juga baca artikel wartawan geblek

  10. Nathanael berkata

    Mas,
    wartawannya nggak salah, yang salah ya perda-nya yang menafikan keberagaman. Anda juga keliru kalau berpikir, bila ada pelecehan, maka salah perempuannya yang berpakaian minim. Tidak peduli berjilbab atau tidak, pelecehan ya yang salah SELALU yang melecehkan. Anda misoginis kalau berpikir kebalikannya.

    Saya tidak mau berkomentar soal kristen masuk komunitas muslim atau muslim masuk komunitas kristen, dari cara bahasa Anda saja sudah kelihatan tingkat kedalaman pikiran ANda.

    salam,
    Nathanael

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>