Jadi ya, itulah cinta
Ditulis oleh Nathanael di/pada November 15, 2006
Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana aku bisa menemukannya?
Sang guru menjawab, “Ada padang yang luas didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali. Ambillah satu ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, berarti kamu telah menemukan cinta”
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting? Tidak adakah ranting yang menakjubkan?”
Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh berbalik. Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi kupikir ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwa ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi. Akhirnya aku tak mendapat satu ranting pun”
Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya itulah cinta”
(unknown)


devimotz berkata
mm..jadi bnun..
disini ranting diibaratkan sebagai apa / siapa?
bilamana kita bertemu siapa tapi apa tak kunjung ada..
bilamana kita bertemu apa tapi siapa tidak mungkin terjangkau..
wah jadi tambah bgung neh liat tulisanku sendiri..
adakah yang bisa menjawab ato memberi penapsiran laen,,
maybe aku terlalu sempit mengartikannya pula,,
thx b4..