Singing the Forgotten Song..

To love a person is to learn the song that’s in their heart, and sing it when they’ve forgotten

Nilai

Ditulis oleh nathan3073 di/pada Juli 11, 2008

Hari ini saya lihat nilai di portal Binus. Sebenarnya sudah keluar kemarin sore, cuma kemarin malas online, jadi saya putuskan untuk lihat besok (hari ini) aja. Kebetulan, hari ini emang rencana ke kampus buat ngembaliin buku perpustakaan, jadi bisa sekalian ber-wifi ria dan download-download :)

Balik ke nilai. Singkat kata, saya mengetikkan http://binusmaya.binus.ac.id dan memasukkan username+password. Nah, tampilan muncul. Lumayan deg-degan. Kemudian klik Nilai -> Nilai Ujian. Saya lihat semua nilai yang ada…

Deg. Pandangan saya terhenti. Ada satu nilai yang tidak saya harapkan, 83. Duh, kenapa ada nilai akhir segini? Hiks, kecewa banget. 83 itu berarti B, dan itu satu-satunya nilai B di semester ini….

Nggak karuan rasanya, terus-terang semester ini saya menargetkan A mulus…tapi kok ada  cacatnya gini. Nilai A di Binus 85, sementara yang saya dapet 83, makin bikin nyesek…

Kenapa gini?

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Spirits Empowering | Tidak ada komentar »

Pelurusan Fakta Tragedi Berdarah Monas

Ditulis oleh nathan3073 di/pada Juli 3, 2008

Oleh: Saidiman (http://saidiman.wordpress.com/)

Tragedi Monas, 1 Juni 2008, berupa penyerangan kelompok Front Pembela Islam (FPI) kepada massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan telah menjadi bahan perbincangan publik yang terus bergulir tak tentu arah. Tulisan ini ingin sedikit memberi klarifikasi terhadap kesimpangsiuran berita yang mulai cenderung salah arah tersebut.

Penyerangan, Bukan Bentrok

Beberapa media tidak segan-segan menyebut tragedi ini “bentrokan” antara massa FPI dan AKKBB. Istilah bentrokan sungguh menyesatkan karena itu mengandaikan AKKBB juga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

Faktanya, FPI menyerang massa AKKBB. Saat itu, acara belum dimulai. Sebagian massa AKKBB berada di pelataran Monas menunggu aksi longmarch yang akan dimulai dari kawasan belakang stasiun Gambir. Sambil menunggu massa AKKBB yang lain, massa yang ada di pelataran Monas tersebut duduk-duduk. Ketika massa FPI mendekat, massa AKKBB diperintahkan untuk duduk. Saya sendiri yang menyampaikan kepada massa untuk tidak terprovokasi, karena kami melihat massa FPI semakin dekat dan berteriak-teriak sambil mengancung-acungkan pentungan. Saya lalu meminta massa untuk menyanyikan lagu Indonesia raya. Belum sempat lagu kebangsaan itu dinyanyikan, massa FPI sudah menyerbu. Mereka memukul dengan pentungan bambu, meninju, menendang, menginjak-injak, sambil melontarkan sumpah serapah. Saya masih sempat menyeru massa AKKBB untuk tetap duduk, sebab kesepakatan kita, aksi ini adalah aksi damai. Kalau ada serangan fisik, maka kita akan duduk dan tidak melakukan perlawanan. Massa AKKBB memang patuh kepada kesepakatan, tidak ada satupun massa yang melakukan perlawanan. Tetapi karena serangan begitu massif, akhirnya massa AKKBB bubar menyelematkan diri. Ibu-ibu menangis, anak-anak menjerit ketakutan, puluhan orang menderita luka.

Tidak Ada Provokasi

Beberapa hari setelah tragedi, muncul pemberitaan bahwa massa AKKBB melakukan provokasi terlebih dahulu melalui orasi yang menyatakan bahwa massa penyerang itu adalah “laskar setan atau iblis.” Itu adalah dusta besar. Faktanya, acara belum dimulai. Orasi belum dilaksanakan. Yang ada hanyalah seruan kepada peserta AKKBB untuk duduk, untuk tidak terprovokasi, dan untuk menyanyikan lagu Indonesia raya. Dan tidak pernah ada bukti bahwa orasi provokasi benar-benar dilakukan oleh AKKBB.

Patut dicatat beberapa pernyataan dalam orasi-orasi pemimpin serangan FPI pada saat serangan telah dilakukan. Alfian Tanjung mengatakan di depan massa FPI: “Saya bangga dengan Anda semua yang telah melibas mereka dengan cepat.” Indikasi bahwa aksi ini dilakukan secara terencana dan dengan restu Riziq Shihab bisa dilihat dari pernyataan Alfian Tanjung selanjutnya: “Pada pertemuan terakhir kita dengan Habib Riziq, dia memegang tangan saya, “Ustadz Alfian, hari minggu siang kita perang.”  Pada kesempatan itu, Alfian juga mengatakan bahwa mereka baru saja menang satu kosong, dan mereka akan terus menang sampai 1000 kosong.

Menjelang bubar, Munarman menyampaikan kepada massanya bahwa aksi mereka hari itu belum apa-apa: “Kita belum memenangkan pertempuran… Berikutnya kita akan datangi tempat-tempat mereka. Kita akan datangi yang namanya Goenawan Mohamad. Kita akan datangi yang namanya Asmara Nababan.” Munarman juga menyampaikan: “Sudah ada penyampaian baik dari polisi maupun intelijen kita yang menyatakan konsentrasi massa pembela-pembela Ahmadiyah itu sudah bubar. Tidak ada kegiatan di HI dan di depan RRI.”

Bukti-bukti orasi ini sangat penting untuk melihat FPI memang melakukan serangan secara terencana dan bukan insidental.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tentang Negara dan Dunia | Tidak ada komentar »

Tuw kan FPI Bohong: Fakta Pria Berpistol

Ditulis oleh nathan3073 di/pada Juli 1, 2008

Saat ribut-ribut kasus Monas, FPI mengajukan pembelaan diri bahwa aksi kekerasan mereka disebabkan oleh provokasi AKKBB. Rizhieq Shihab dengan bangga menunjukkan foto pria berspistol, yang katanya memprovokasi massa FPI. Sekarang kenyataan terbongkar, dan jelas sekali dalam hal ini bos FPI itu telah berbohong.

Sekarang yang ingin saya tahu, setelah kebohongannya terbongkar, Pak Rizhieq akan komentar apa?

Berita Kompas (25/06/200 8)

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Abu Bakar Nataprawira mengatakan, Senin (23/6) sekitar pukul 16.00 polisi telah menangkap laki-laki berpistol yang dituduh pihak Front Pembela Islam atau FPI melecut kerusuhan di depan Monas, 1 Juni lalu.

Laki-laki itu ternyata adalah anggota Polres Tangerang dari unit lalu lintas bernama Brigadir Kepala (Bripka) Iskandar Saleh. Dari rekaman DVD yang ditemukan di rumah Munarman (FPI) terungkap, Iskandar berusaha menyelamatkan seorang anak dan dua perempuan saat sejumlah orang beratribut FPI berusaha menyerang massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan dan Beragama (AKKBB).

Dari kronologi di DVD itu terungkap, massa yang dipimpin Munarman telah lebih dulu menyerang massa AKKBB sebelum Iskandar mencoba mengeluarkan senjata api, yang lalu diselipkan di pinggang.

“Bripka Iskandar ternyata dating ke acara itu menemani istri dan ibu mertua dan anaknya. Mereka anggota Ahmadiyah dan kedatangan itu atas inisiatif sendiri,”kata Abubakar.

Abubakar menambahkan, aparat Polda Metro saat ini tengah memeriksa Iskandar karena dari data registrasi di Polres Tangerang, Iskandar tidak memiliki senjata api dinas. “Kami selidiki apakah pistol dia itu mainan atau betulan dan milik pribadi,”ujar Abubakar.

Dalam insiden Monas tersebut, kata Abubakar, polisi telah menyerahkan sempat berkas kepada Kejaksaan Tinggi, Senin (23/6) sekitar pukul 14.00. Keempat berkas itu adalah berkas Habib Rizieq Syihab, berkas Munarman, berkas Machsuni, dan berkas tujuh anggota FPI lainnya yaitu Subhan, Agus Bambang, Sudiran bin Sobari, Raplin, Fahruzi, Taufik Hidayat, dan Samsuddin.

“Mereka dikenai pasal 170 KUHP, yaitu memberi kesempatan dengan pengaruh untuk melakukan tindak kekerasan,” kata Abubakar.

Rizieq juga dikenai Pasal 156 KUHP, yaitu menunjukkan ketidaksenangan dan penghinaan kepada kelompok tertentu. Menurut Abubakar, pelimpahan berkas itu merupakan pelimpahan tahap pertama.

Ditulis dalam Tentang Negara dan Dunia | Tidak ada komentar »

Kronologi Kejadian di Monas (Laporan Jurnal Perempuan)

Ditulis oleh nathan3073 di/pada Juni 2, 2008

13.00 Tim Jurnal Perempuan standby dan tiba di gerbang Gambir dekat pintu masuk Monas

13.20 Bergabung bersama tim AKKKB, berjalan perlahan menuju ke lokasi tengah Monas, tepat di depan Monas, ternyata sebagian anggota tim AKKBB sedang check-sound dan mengatur barisan untuk memulai acara

13.30 Ketika Tim JP sudah bergabung, dari arah lain, gerombolan orang-orang berjubah putih, memakai slayer/syal warna putih hijau berlambang pedang, memegang bambu runcing dan besi hitam panjang, mendatangi ke arah tim AKKBB yang sedang bersiap-siap , mengatur barisan dan hendak berdoa dan
tidak bersenjata apapun juga. Di depan, terlihat beberapa ibu dari Ahmadiyah dan anak remaja bersama mereka.

13.40 Dalam sekejab, mereka menyerang barisan kami, berteriak „Allahuakbar”, „tangkap sekutu Gus Dur” dan lainnya, maju merangsek ke barisan yang sudah dibatasi oleh tali, memukulkan bambu dan besi mereka membabi buta ke arah kami, termasuk kepada tim JP yang ada di dalam barisan. Seluruh massa AKKKB berlarian menyelamatkan diri, kocar kacir panik dan berusaha menyelamatkan diri. Tim Jurnal Perempuan terdiri dari Mariana Amiruddin, Nur Azizah, Olin Monteiro dan Mohammad Guntur Romli terpencar, tetapi setelah itu bertemu kembali. Kami berusaha saling menjaga dan bahkan sempat berkomunikasi dengan Ezky, Jajang C. Noer dan Dyah Ayu Pasha yang sangat menyayangkan penyerangan itu. Guntur tidak terlihat oleh karena itu, tim JP langsung mencari dan berkomunikasi melihat posisinya. Sementara massa membakar poster, merusak mobil sound-system, meneriaki kemarahan membabi buta kepada orang yang lewat, bahkan berteriak mengancam pada perempuan. Tim JP sempat melihat mereka juga memukuli seorang bapak yang lewat tapi bukan tim Aksi kita. Nur Azizah berhasil merekam foto-foto sebagian dari kejadian, walaupun sempat diancam oleh anggota FPI dan sempat ditarik-tarik tas ransel
yang sedang dipegangnya.

13.50 Guntur yang terpencar, ternyata berusaha menyelamatkan seorang bapak yang memegang anak kecil dan berusaha kabur dari keroyokan massa. Malangnya, Guntur juga ternyata ikut dikeroyok dan dipukuli menggunakan bambu. Guntur sempat dibawa ambulans dengan 4 korban lainnya yang terluka cukup parah, tetapi turun untuk memantau situasi dan melihat teman lainnya. Darah mengucur dari dahi yang robek, hidung mengeluarkan darah terus dan mata bengkak kehitaman.

14.00 Tim JP berhasil menemukan Guntur dekat kios wartel dan mengurusi pendarahan yang masih terjadi. Di Kios, Guntur juga sempat dibantu para Bapak penjual/pedagang kaki lima untuk menghentikan pendarahan. Kami segera mencari transportasi untuk mengurus luka-luka Guntur.

14.20 Dengan taksi Tim JP mengantar Guntur menuju RSPAD dekat Atrium Senen. Kami segera masuk ke UGD untuk mendapatkan perawatan.

17.00 Setelah administrasi, rontgen dan urusan dokter yang cukup lama, Guntur masuk kamar operasi untuk melakukan operasi reposisi tulang hidung yang geser, pelipis yang retak dan robek 3 cm disekitar atas mata dan dahi kanan. Kondisinya stabil dan cukup membaik. Kabar dari dokter perlu perawatan dua hari di Rumah Sakit. Selasa diharapkan boleh pulang.

19.0 WIB Kami juga mendengar kabar dua Bapak dari Ahmadiyah juga menjadi korban penganiayaan dan dirawat di RSPAD yang sama dengan Guntur.

Kronologis oleh: Nur Azizah dan Olin Monteiro (tim Jurnal Perempuan)

Ditulis dalam Tentang Negara dan Dunia | 3 Komentar »

Biadabnya FPI: Impotensi Pemerintah dan Aparat

Ditulis oleh nathan3073 di/pada Juni 1, 2008

01/06/2008 14:40
Massa AKKBB Diserang Orang Beratribut FPI

Liputan6.com, Jakarta: Massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang tengah berunjuk rasa di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Ahad (1/6), sekitar pukul 13.30 WIB, diserang massa beratribut Front Pembela Islam (FPI). Massa dari AKKBB yang tengah berdemonstrasi menuntut pemerintah melindungi kebebasan beragama dan berkeyakinan, khususnya dalam soal Ahmadiyah, tiba-tiba diserang massa dari tiga arah.

Aksi yang semula berjalan damai berubah menjadi ricuh. Beberapa anak-anak dan perempuan yang ikut berunjuk rasa tak luput dari serangan massa. Sejumlah orang terluka termasuk Direktur Wahid Institute Ahmad Suaidi dan Direktur Eksekutif International Center for Islam and Pluralism (ICIP), M.Syafii Anwar. Korban segera dilarikan ke rumah sakit.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

——————————————————————————

Saya belum sempet nulis, terlalu marah dan emosi melihat kebiadaban preman-preman berjubah itu dan impotensi aparat. Semakin emosi ketika Bapak Kapolres Jakarta Pusat yang terhormat, waktu diwawancara (ditayangkan di Lintas 5 TPI) dengan senyum-senyum mengatakan polisi tidak merasa kecolongan, damn you Sir!!! Shame on you!!!

Ditulis dalam Tentang Negara dan Dunia | 4 Komentar »

13 signs you’re falling in love

Ditulis oleh nathan3073 di/pada Mei 6, 2008

13 signs you\'re falling in love

Ditulis dalam Tentang Cinta dan Persahabatan | 2 Komentar »

Otoritas Iman dan Kekritisan Umat

Ditulis oleh nathan3073 di/pada Mei 6, 2008

Bila Anda, seperti saya, tertarik mengetahui seberapa jauh individu akan bertindak mengikuti arahan otoritas atau figur berpengaruh, eksperimen Stanley Milgram adalah jawabnya. Tahun 1960an, Milgram melakukan penelitian untuk menguji hal tersebut. Dalam eksperimen, ia menempatkan subyek sebagai pengajar (teacher), dengan tugas membantu partisipan lain (yang sebenarnya adalah asisten peneliti) untuk mengingat suatu daftar pasangan kata.

Selesai membantu proses belajar, subyek menguji seberapa jauh pembelajar mengingat pasangan kata yang diberikan. Kedua partisipan ditempatkan dalam ruang terpisah, pembelajar kemudian mengucapkan ulang pasangan kata yang telah diingatnya. Setiap terjadi kesalahan, Milgram menginstruksikan subyek ‘menghukum’ pembelajar dengan memberikan kejutan listrik. Aliran listrik yang dialirkan bervariasi, mulai dari 15 hingga 450 Volts. Setiap kesalahan meningkatkan besar tegangan.

Sepanjang eksperimen, setiap kali voltase listrik semakin tinggi, pembelajar di ruang sebelah mengerang kesakitan. Pada tegangan tertentu, pembelajar bahkan memohon agar eksperimen dihentikan. Bila subyek ragu dan berpikir untuk menghentikan eksperimen, kepala peneliti, yang berada satu ruang dengan subyek, hanya mengatakan, ”there is no choice, you must continue”.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tentang Tuhan dan Spiritualitas | 1 Komentar »

Lagi, Tentang Jilbab di Padang (Kali ini dari TEMPO)

Ditulis oleh nathan3073 di/pada April 21, 2008

TEMPO, Edisi. 08/XXXVII/14 - 20 April 2008
Nasional
Kewajiban berjilbab

Jilbab, Wajib dan Menyesuaikan

Meski siswi nonmuslim tak diwajibkan, jilbab sebagai ”seragam sekolah” merata di seluruh Sumatera Barat. Kalau tak rapi, diancam dikeluarkan dari sekolah.

RITUAL harian Saskia, sebut saja begitu, dimulai pukul enam pagi. Dua puluh lima menit setelah bangun tidur, tubuh siswi kelas III sekolah menengah atas swasta di Padang itu sudah berbalut baju kurung dipadu kain batik merah muda. Dia pun berdandan di depan cermin yang terpasang di atas lemari tempat menyimpan baju dan kitab Injil.

Dengan terampil tangannya memasang jilbab, berupa selendang persegi empat warna pink, menutup kepalanya. Semenit kemudian, penampilannya berubah bagaikan santriwati pondok pesantren. Dari rumah kosnya ke sekolah, sekali ia berganti kendaraan umum. Dekat pukul tujuh pagi, gadis yang bulan depan menjalani ujian akhir nasional itu memasuki halaman sekolah.

Sekitar pukul 11.00, penganut agama Katolik itu pulang cepat karena hari Jumat. Begitu kakinya melangkah ke luar gerbang sekolah, Saskia sibuk melepas jilbab dan memasukkannya ke dalam tas. ”Panas sekali,” kata perempuan yang sudah berjilbab ke sekolah sejak 2005 itu.

Pernah suatu kali dia dan beberapa temannya ditegur guru dan diingatkan supaya melepas jilbab setelah sampai di rumah. Lain waktu, guru yang lain menegurnya karena tak rapi memakai jilbab sehingga menampakkan sebagian rambutnya. ”Kalau tidak bisa rapi mengenakan jilbab, tinggalkan saja sekolah ini,” kata Saskia menirukan peringatan keras sang guru.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tentang Negara dan Dunia | Tidak ada komentar »

Dampak Peraturan Busana Muslim (Jilbab) terhadap Guru dan Siswi Non Muslim di Sekolah-sekolah Negeri Umum

Ditulis oleh nathan3073 di/pada April 11, 2008

Oleh: Muhammad Guntur Romli
guntur@jurnalperempuan.com

Saya baru menyelesaikan tugas liputan Jurnal Perempuan di Padang, Sumatera Barat selama seminggu, 31 Maret—4 April 2007. Fokus liputan saya adalah, “Dampak Peraturan Busana Muslim (Jilbab) terhadap Guru dan Siswi Non Muslim di Sekolah-sekolah Negeri Umum”.

Liputan ini untuk satu edisi Jurnal Perempuan yang mengulas kebijakan-kebijakan publik yang diskriminatif. Namun karena saya menganggap temuan-temuan saya di lapangan ini sangat mendesak untuk direspon maka saya perlu membuka temuan-temuan ini.

Peraturan busana muslim di Kota Padang berdasarkan Instruksi Walikota Padang, Fauzi Bahar, nomor 451.422/Binsos-iii/2005 yang ditetapkan tanggal 7 Maret 2005. Berarti pada bulan Maret 2008 ini aturan tersebut telah berusia tiga tahun.

Instruksi Walikota itu berisi 12 poin. Aturan busana muslim termaktub dalam poin kesepuluh, “BAGI Murid/Siswa SD/MI,SLTP/MTS dan SLTA/SMK/MA se Kota Padang diwajibkan berpakaian Muslim/Muslimah yang beragama Islam dan bagi non Muslim dianjutkan menyesuaikan pakaian (memakai baju kurung bagi Perempuan dan memakai celana panjang bagi laki-laki)”.

Dari Instruksi tersebut, Kepada Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Padang, Dr. H. Mardjohan, M.Pd menyebarkan Instruksi tersebut melalui “Surat Pengantar Instruksi Walikota Padang” bernomor 1565/420.DP/TU.2/2005 tanggal 30 Maret 2005 yang ditujukan kepada Kepada SMP, SMA, SMK Negeri/Swasta dan Kacabdin Pendidikan berserta SD yang berada dalam jajarannya.

Pada saat Instruksi tersebut keluar, konstroversi pun meledak: pro atau kontra terhadap aturan tersebut. Kala itu Walikota Padang bisa membela diri dengan mengatakan bahwa aturan tersebut berdasarkan otonomi daerah, adat-istiadat masyarakat Minang “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” dan aturan tersebut tidak termasuk siswi-siswi non muslim yang tidak diwajibkan untuk mengenakan jilbab di sekolah.

Namun bagaimana kenyataan Instrusi itu di lapangan setelah tiga tahun? Benarkah siswi non muslim diberi kebebasan untuk tidak mengenakan jilbab?

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tentang Negara dan Dunia | 2 Komentar »

Sum presentialiter, Absens in remota

Ditulis oleh nathan3073 di/pada Maret 24, 2008

Hugh Grant - Don’t Write Me Offsmiley.gif

It’s never been easy for me
To find words to go along, with a melody
But this time there’s actually something, on my mind
So please forgive these few brief awkward lines

Since I’ve met you, my whole life has changed
It’s not just my furniture, you’ve rearranged
I was living in the past, but somehow you’ve brought me back
And I haven’t felt like this since before Frankie said relax

And while I know, based on my track record
I might not seem like the safest bet

All I’m asking you, is don’t write me off, just yet

For years I’ve been telling myself, the same old story
That I’m happy to live off my so called, former glories
But you’ve given me a reason, to take another chance
Now I need you
, despite the fact, that you’ve killed all my plants

And though I know, I’ve already blown more chances
Than anyone should ever get
All I’m asking you, is don’t write me off, just yet
Don’t write me off just yet

* Sum presentialiter, Absens in remota: I am with you, even though I am far away.

Ditulis dalam Tentang Cinta dan Persahabatan | Tidak ada komentar »